Wednesday, November 30, 2011

#10 : Ceritera

Aku ada cerita.
Kau ada?
Ahh mustahil kau tak ada.
Kau juga manusia.
Jangan kau autakan fakta.

-OB


Sunday, November 27, 2011

#9 : Remaja

Perasaan itu biasa.
Percayalah, takkan lama.
Hidup masih panjang, bro.

-OB


Friday, November 25, 2011

#8 : Sakit

i'm just scared to fall in love. again.
i can't risk my heart for the third time.
never.

-OB


Thursday, November 24, 2011

#7 : Harimau Malaya

Kalau menang puji sampai langit,
kalau kalah maki sampai hangit.

Adat manusia.


-OB

Sunday, November 20, 2011

#6 : Dia yang kunanti

Bukan sang jejaka yang manis mengatur kata
Bukan yang tampan bergaya tapi rosak akidahnya
Juga bukan yang gagah perkasa tetapi sayang
Agamanya ditolak tepi, ke carta yg paling akhir.

Dia yang kunanti..
Dia yang dapat memimpin tanganku ke syurga
Dia yang dapat membawa aku mencari redha-Nya
Tidak akan sekali-kali dipesongkan agamaku,
menuju jalan yang tentu sekali jauh dari jalan Allah.


Moga jodoh Tuhan untukku itu yang terbaik.

-OB


Saturday, November 19, 2011

#5 : Harapkan pagar, pagar makan padi

Kawan makan kawan.
Aku ada.
Besar angkanya.
Kau ada?

Tak mengapa, Tuhan Maha Adil.
Aku redha.

-OB

#4 : Kemana destinasimu?

Kalau kamu kata kamu yakin mahu dia menjadi jodohmu,

Apa;
Kamu yakin dia bisa mengimamkan 5 waktu solatmu?
Kamu yakin dia bisa menemanimu membaca huruf-huruf Tuhanmu?
Kamu yakin dia bisa mengepalai jihad dalam nikahmu?
Kamu yakin dia bisa mengaminkan setiap doa-doa tawadukmu?

Bila fikir semula,
yang pasti cuma syurga dan neraka.


-Nisha Ismail

#3 : Titik akhir

2011 hampir sampai penamat
Satu lagi fasa kehidupan bakal berakhir
Tutup sudah cerita Putera dan Puterinya
Kisah sang Panglima bersama tenteranya
Segalanya sampai noktah
Tuhan,
Tolong aku akhiri segalanya dengan senyuman.

-OB


#2 : Kembali



"You'll never understand why I hurt so much
because you're not the one who is crying,
you're not the one who is left behind,
you're not the one who loved too much,
and you're not the one who is holding on to someone who is gone."


Yang berbicara petah aturan kata
Hati yang terluka tak dapat lagi bersuara
Telinga cuba menerima
Mulut diam seribu bahasa

Sakitnya itu dalam
Memenuhi segenap ruang
Kerdipan bintang cahaya bulan
Menjadi saksi segala perbuatan

Hampir sahaja aku sembuh dari segala perit
Kau datang menabur janji
Mungkin khilafku pada permulaannya
Tapi aku belum buta untuk terus hanyut

-OB

Thursday, November 10, 2011

#1 : Hentakan pertama

Tersentap kuasa tiga
Kau takkan faham
Kau gaya tak cakna
Aku percaya ada hikmahnya

Biar apa saja orang kata
Zahirnya tak sedalam luka
Nampak cekal luaran
Isi dalam tak siapa ertikan

Aku diam tak bersuara
Tekad seribu kali tekad
Kau dengan cara kau, aku dengan cara aku

-OB